Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 Oktober 2018•Update: 22 Oktober 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Tokoh separatis Nigeria, Nnamdi Kanu, pada Minggu menegaskan bahwa dia hidup dan tinggal di Israel selama lebih dari setahun, setelah tentara Nigeria menyerbu rumahnya di Negara Bagian Abia tenggara dan keberadaannya menjadi tidak diketahui.
Kanu adalah pemimpin Masyarakat Asli Biafra (IPOB), sebuah gerakan separatis etnis Igbo yang menginginkan perpisahan dengan Nigeria dan menuduh struktur negara telah berlaku tidak adil terhadap mereka.
Semangat separatis Kanu dibangun dengan terinspirasi dari pemimpin gerakan separatis Emeka Ojukwu, yang perjuangannya memuncak dalam perang saudara selama 30 bulan, di mana lebih dari satu juta jiwa -- kebanyakan etnis Igbo -- tewas.
"Saya berjanji kepada kebun binatang (sebutan menghina untuk Nigeria) bahwa saya akan datang untuk Biafra dan saya datang," kata Kanu dalam siaran pada Minggu, dua hari setelah video dia berdoa di Tembok Ratapan Israel menjadi viral di media sosial di Nigeria.
“Saya berutang nyawa kepada Negara Israel. Kebun binatang yang disebut Nigeria tidak bisa memenjarakan saya. Saya akan berjuang sampai hari terakhir. Pengadilan gagal untuk menanyakan tentara Nigeria mengapa mereka menyerang rumah saya. Pengadilan Nigeria adalah pengadilan kanguru. Saya tidak kabur, saya pergi karena pengadilan gagal melindungi saya,” tambahnya.
Dalam sebuah sanggahan dari narasi bahwa dia telah dibunuh atau ditahan tanpa komunikasi oleh pemerintah Nigeria, Kanu mengatakan dia diselamatkan oleh intelijen militer Biafra dan menyelinap ke luar negeri.
“Saya bukan orang Nigeria. Saya sudah meninggalkan Nigeria sejak 2015. Saya seorang Biafra dengan kewarganegaraan Inggris. Saya tidak dapat diadili oleh pengadilan yang tidak saya kenali. Saya tidak mengenali Nigeria. Saya hanya bisa datang ke pengadilan dengan pengawasan PBB,” katanya.
Kanu, yang mengikuti aliran kepercayaan di wilayah tenggara, juga meminta etnis Igbo untuk memboikot pemilu Nigeria tahun depan, sebuah pesan yang dikatakan banyak anggota oposisi akan mengganggu peluang mereka untuk menggulingkan Presiden Muhammadu Buhari.
Bagian tenggara Nigeria adalah benteng utama Partai Demokratik Rakyat oposisi dan pemboikotan suara berarti sebagian besar basis dukungan mereka akan hilang dari penghitungan.
Kanu sebelumnya diadili karena berkhianat karena kegiatan separatisnya di Nigeria, termasuk memicu ketegangan etnis di negara yang terkenal karena sejarah pembakaran etnis-agama.
Dia kemudian diberikan jaminan dengan syarat tidak berbicara kepada orang banyak atau membuat pernyataan politik.
Kanu mengabaikan semua syarat tersebut dan pergi untuk meresmikan sebuah pasukan militer, langkah yang memicu tindakan keras militer pada September 2017.