ANKARA
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Kamis mengatakan akan mengadakan "pertemuan terbuka luar biasa" pada 25 April untuk "membahas pelanggaran Israel yang meningkat terhadap Masjid Al-Aqsa."
OKI mengatakan pertemuan itu digelar atas permintaan Indonesia dan akan diadakan di tingkat perwakilan tetap.
kelompok negara-negara Muslim itu mengatakan Sekretaris Jenderal Hissein Brahim Taha melakukan konsultasi dengan beberapa aktor internasional untuk menyatakan "penolakan dan kecaman OKI atas aksi kekerasan oleh penjajah Israel untuk memaksakan pembagian Masjid Al-Aqsa."
Taha mendesak komunitas dan aktor internasional "untuk mengambil tindakan segera untuk mengakhiri pelanggaran Israel terhadap tempat-tempat suci."
Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak awal April di tengah kebijakan penangkapan oleh pasukan Israel yang berulang di Tepi Barat.
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut area tersebut sebagai Temple Mount, dan mereka mengatakan bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Negara ini mencaplok seluruh kota pada 1980, dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Serangan berulang terhadap jamaah Muslim di Masjid Al-Aqsa selama hari-hari Ramadhan telah menyebabkan ketegangan yang meluas di dunia Muslim.
Para pemimpin Muslim mengintensifkan upaya diplomatik mereka dalam beberapa hari terakhir untuk mengakhiri permusuhan terhadap Muslim di wilayah Palestina yang diduduki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan di Twitter bahwa dia menyampaikan kesedihannya atas jatuhnya korban luka lebih dari 400 warga Palestina dan kematian 18 orang, termasuk anak-anak, dalam peristiwa yang terjadi di Tepi Barat dan Masjid Al-Aqsa sejak awal bulan Ramadhan.
Menyatakan dirinya sedih atas aksi kelompok-kelompok fanatik Yahudi di Masjid Al-Aqsa pada hari Minggu dan Senin, Erdogan mengulangi seruannya kepada semua orang untuk melakukan upaya terbaik demi menjaga status dan kesucian tempat yang diberkati ini [Masjid Al-Aqsa]."