Maria Elisa Hospita
16 April 2019•Update: 16 April 2019
Ali H. M.Abo Rezeg
KHARTOUM
Asosiasi Profesional Sudan (SPA) mendesak agar Dewan Transisi Militer (MTC) yang berkuasa di Sudan diganti dengan "dewan sipil yang berdaulat".
Dalam konferensi pers, juru bicara SPA Mohamed Naji al-Asam menyerukan agar dewan sipil dibentuk - dengan representatif militer yang terbatas - untuk melaksanakan reformasi politik dan ekonomi yang diperlukan.
Dia juga menegaskan kembali desakan SPA untuk pembubaran Partai Kongres Nasional yang dipimpin Presiden Omar al-Bashir yang dikudeta.
"Kami juga menyerukan penghapusan undang-undang keamanan, pers, dan ketertiban Sudan untuk restrukturisasi total lembaga negara dan militer," tegas al-Asam.
Al-Asam juga menyerukan diakhirinya konflik bersenjata Sudan, pemulangan pengungsi ke rumah mereka, dan meningkatkan hubungan dengan Sudan Selatan.
Kamis lalu, tentara Sudan akhirnya menggulingkan al-Bashir setelah berkuasa selama 30 tahun dan membentuk MTC untuk menjalankan urusan negara selama dua tahun "masa transisi".
Pada Sabtu, kepala MTC Letnan Jenderal Abdel-Fattah Burhan berjanji untuk melakukan reformasi politik dan ekonomi besar-besaran.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Burhan mengatakan bahwa masa transisi dua tahun akan berakhir dengan pemilihan presiden yang "bebas dan adil".
Dia juga bersumpah untuk menghukum para pejabat rezim al-Bashir yang korup.