Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Oktober 2018•Update: 02 Oktober 2018
Meltem Bulur
ANKARA
Kementerian Luar Negeri Turki meminta otoritas Jerman untuk membawa tersangka neo-Nazi ke pengadilan setelah merusak sebuah masjid di Kota Gladbeck.
“Kami menunggu pihak berwenang Kota Gladbeck untuk mencari pelaku serangan dan mengambil tindakan hukum yang diperlukan. Insiden buruk di masa depan dapat dicegah dengan membawa pelaku ke pengadilan,” kata kementerian pada Senin melalui pernyataan di situs webnya.
Permintaan itu disusul oleh pernyataan dari Konsulat Jenderal Turki di Kota Munster yang menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya serangan terhadap masjid Turki oleh "kelompok rasis dan Islamofobia" baru-baru ini.
Sebuah masjid di Kota Gladbeck dirusak dalam semalam, menurut petugas masjid.
Para penyerang menulis slogan rasis dan menggambar swastika pada jendela dan dinding masjid yang dijalankan oleh Persatuan Islam Turki untuk Urusan Keagamaan (DITIB).
DITIB, organisasi Muslim moderat yang didirikan oleh migran Turki di Jerman, menjalankan lebih dari 900 masjid di seluruh negeri.
Jerman, negara berpenduduk lebih dari 81 juta orang, memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Dari hampir 4,7 juta penduduk Muslim di negara itu, 3 juta di antaranya berasal dari Turki.
Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah mengalami serangkaian gerakan Islamofobia dan kebencian terhadap migran yang dipicu oleh propaganda dari partai-partai kerakyatan dan sayap kanan.