Aamir Latif, Shadi Khan Saif
01 Februari 2018•Update: 01 Februari 2018
Aamir Latif, Shadi Khan Saif
KARACHI, Pakistan
Islamabad dan Kabul melakukan diskusi diplomatik pertama pada Rabu menyusul sejumlah serangan teroris di Afghanistan yang membunuh lebih dari 200 orang dalam waktu kurang dari sebulan, lapor media setempat.
Delegasi pejabat-pejabat tinggi Afghan, termasuk Menteri Dalam Negeri Afghanistan Wais Ahmad Barmak dan Direktur Keamanan Nasional (NDS) Masoom Stanekzai, bertemu pejabat-pejabat Pakistan di Islamabad untuk merundingkan cara meningkatkan kerja sama keamanan, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Muhammad Faisal.
Stasiun televisi Express News merilis informasi dari sumber yang tak mau disebut namanya bahwa kedua pihak setuju melanjutkan kerja sama memerangi terorisme.
Pertemuan itu akan diadakan pada 3 Februari di Kabul dan delegasi Pakistan akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Tehmina Janjua, menurut Express News.
Sementara itu, seorang pejabat tinggi Afghanistan mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Stanekzai dan Barmak memberikan "barang bukti kuat" kepada pihak militer Pakistan mengenai teroris asal Pakistan yang terkait serangan teror di Afghanistan baru-baru ini.
"Kami memutuskan untuk menunjukkan barang bukti kuat kepada pihak berwenang Pakistan mengenai keterlibatan teroris Pakistan di insiden serangan berdarah di Afghanistan. Kami minta pihak Pakistan mengirimkan teroris itu kepada kami," kata Javed Faisal, juru bicara pemerintah Afghanistan.
Kunjungan ini datang menyusul pesan belasungkawa dari Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi kepada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani setelah terjadi insiden terorisme.
Ricuh di Afghanistan
Sebagai tanggapan, Ghani mengirim kepala-kepala badan pertahanan Afghanistan ke Islamabad untuk memberikan "bukti" kepada Abbasi mengenai keterlibatan teroris Pakistan dalam serangan di Afghanistan.
Pemerintah Afghanistan menuduh jaringan Haqqani adalah dalang dibalik serangan-serangan itu dan mengatakan Pakistan membiarkan mereka berlindung di tanah Pakistan.
Islamabad terus menampik tuduhan itu dan menuduh Kabul membolehkan faksi Taliban yang anti-Pakistan menggunakan negara mereka untuk menyerang warga sipil dan pasukan Pakistan.
Faisal mengatakan negaranya akan terus menekan elemen-elemen Taliban Afghan dan jaringan Haqqani agar tidak bisa menyerang Afghanistan.
Dia juga mengatakan November lalu, Islamabad mengirimkan 27 tahanan yang diduga terkait Taliban dan Haqqani ke Afghanistan.
Namun Duta Besar Afghanistan di Pakistan Omar Zakhilwal belum mengkonfirmasi klaim itu.
"Ini menjadi berita baru untuk saya. Bila itu benar terjadi, itu akan menjadi langkah penting dalam hubungan bilateral ini," kata Zakhilwal dalam pernyataan yang dirilis Rabu.