25 Mei 2026•Update: 25 Mei 2026
Pakistan optimistis Amerika Serikat dan Iran dapat menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik dalam pekan ini, menurut sumber pemerintah Pakistan yang mengetahui proses negosiasi tersebut.
“Penandatanganan kesepakatan diperkirakan bisa terjadi kapan saja pekan ini karena kedua pihak kini hanya berbeda pendapat mengenai beberapa isu operasional,” kata seorang sumber pemerintah Pakistan kepada Anadolu pada Senin.
Sumber tersebut menegaskan situasi saat ini bukan kebuntuan karena Washington dan Teheran pada prinsipnya telah menyepakati rancangan kesepakatan satu halaman.
Namun, kedua pihak masih membahas isu teknis terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran.
Menurut sumber tersebut, perbedaan yang tersisa lebih berkaitan dengan pelaksanaan teknis dibanding prinsip politik yang lebih luas.
“Sengketa utama saat ini adalah keberadaan militer AS di dekat perairan teritorial Iran bahkan setelah blokade berakhir,” kata sumber lain.
Sumber itu menyebut Washington ingin tetap mempertahankan kehadiran militernya di kawasan, sementara Teheran menginginkan kondisi seperti sebelum perang.
Pakistan bersama mediator regional lainnya disebut tengah berupaya mencari formula kompromi untuk menjembatani perbedaan yang masih tersisa.
Sebelumnya pada Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Teheran dan Washington telah mencapai kesimpulan atas “sebagian besar” isu yang dibahas, namun mengingatkan bahwa kesepakatan belum tentu segera ditandatangani.
“Benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan atas sebagian besar isu yang dibahas, tetapi tidak ada yang bisa memastikan penandatanganan kesepakatan sudah dekat,” kata Baqaei di Teheran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan kemungkinan ada perkembangan baru dalam negosiasi dalam waktu dekat.
“Pekerjaan masih berlangsung. Kami pikir mungkin ada kabar tadi malam, mungkin hari ini,” kata Rubio kepada wartawan di New Delhi.
Sumber Pakistan memperkirakan kedua pihak pada akhirnya akan mencapai kesepakatan sementara, namun mempertahankan kesepakatan itu dinilai jauh lebih sulit.
Tahap kedua perundingan diperkirakan akan membahas isu-isu yang lebih rumit, termasuk program nuklir Iran, pengelolaan stok uranium yang diperkaya, serta pengaturan jangka panjang terkait Selat Hormuz.
Menurut sumber tersebut, mediator telah mengusulkan sejumlah kerangka penyelesaian, termasuk model serupa Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dan mekanisme pengawasan pihak ketiga melalui Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
“Penyelesaian isu yang sangat kompleks seperti ini selalu membutuhkan itikad baik dan komitmen dari semua pihak,” kata sumber itu.
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari.
Teheran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.