Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Agustus 2019•Update: 09 Agustus 2019
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Parlemen Pakistan pada Rabu mensahkan resolusi yang menentang keputusan kontroversial India untuk menghapuskan status khusus wilayah Jammu dan Kashmir yang disengketakan selama puluhan tahun.
Resolusi disahkan selama sesi bersama majelis tinggi (Senat) dan majelis rendah (Majelis Nasional) untuk menolak upaya India yang tidak sah, sepihak, sembrono dan dipaksakan dalam mengubah status sengketa Kashmir berdasarkan Resolusi DK PBB, lansir televisi yang dikelola pemerintah Pakistan.
Mengecam pengerahan pasukan tambahan dan kekejaman di Kashmir, resolusi itu menuntut India menghormati komitmennya sendiri kepada Dewan Keamanan PBB, Kashmir dan komunitas internasional.
Resolusi tersebut menentang rencana India untuk mengubah komposisi demografis Kashmir, serta merampas hak-hak warga Jammu Kashmir untuk memperoleh kewarganegaraan, tempat tinggal permanen, akuisisi properti, pekerjaan dan pendidikan sebagai mana dijamin oleh Pasal 35 (A) Konstitusi India yang dicabut.
Ketetapan itu juga mengecam langkah-langkah agresif lainnya yang dilakukan untuk mengubah struktur demografis Kashmir serta penembakan dan kekerasan yang tidak beralasan terhadap penduduk sipil yang tidak bersenjata di Jalur Kontrol dan penggunaan bom curah oleh pasukan India di Azad.
Resolusi menekankan bahwa tindakan India yang tidak bertanggung jawab dan agresif itu merupakan ancaman besar bagi perdamaian, keamanan dan stabilitas di Asia Selatan.
Keputusan parlemen itu menegaskan kembali dan menjunjung tinggi hak warga Jammu Kashmir yang tidak bisa dicabut untuk menentukan nasib sendiri sebagaimana diabadikan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB dan dilindungi oleh hukum internasional.
Resolusi itu juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk memperhatikan masalah ini dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk membentuk Komisi Penyelidikan.
- China
Berbicara pada sidang parlemen, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan dia akan pergi ke China untuk membahas situasi yang disebabkan oleh tindakan India, terutama untuk membawa masalah tersebut ke DK PBB.
"China adalah anggota tetap DK PBB dan teman dekat kami yang andal," kata Qureshi.
China telah menyatakan penolakan terhadap keputusan India.