Muhammad Abdullah Azzam
23 Mei 2019•Update: 23 Mei 2019
Esat Fırat
YERUSALEM
Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyatakan bahwa negaranya tak akan berpartisipasi dalam pertemuan ekonomi yang diadakan di Manama, ibu kota Bahrain karena forum tersebut tak melayani kepentingan rakyat Palestina.
Sekretaris Jenderal PLO Saeb Erekat menyatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa Palestina tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan ekonomi bertajuk "Damai untuk Kesejahteraan" yang akan diselenggarakan oleh Bahrain pada 25-26 Juni.
Erekat menekankan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas, PLO dan pemerintah serta lembaga-lembaga Palestina lainnya tidak akan menghadiri forum tersebut.
"Pertemuan Ekonomi Manama tak melayani rakyat Palestina. Tidak mungkin memberikan peluang ekonomi penuh bagi Palestina. Peluang ini hanya dapat dicapai dengan mengakhiri pendudukan Israel dan mematuhi konvensi internasional dan resolusi PBB."
Erekat mendesak kepada mereka yang ingin mendukung perjuangan dan kepentingan Palestina untuk tidak menghadiri pertemuan tersebut.
Pemerintah Palestina pun tak mengirim siapa pun untuk mengambil bagian dalam negosiasi di forum tersebut.
Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa mengklaim bahwa satu-satunya tujuan pertemuan ekonomi yang bertema "Damai untuk Kesejahteraan" adalah untuk memperkuat rakyat Palestina.
Di sisi lain, Hamas juga mendesak negara-negara Arab untuk tidak berpartisipasi dalam undangan pertemuan ekonomi tersebut.
Hamas mengatakan melalui sebuah pernyataan tertulis, "Kami ingin negara-negara Arab tidak berpartisipasi dalam acara di Bahrain dan berpihak kepada Palestina untuk menggagalkan semua rencana AS".
Kegiatan di Manama adalah langkah pembuka bagi AS untuk mewujudkan Perjanjian Abad İni yang bertujuan untuk menyingkirkan perjuangan rakyat Palestina.
Pernyataan Hamas itu mengungkapkan setiap langkah yang diambil dalam rencana ini memiliki tujuan negatif.
Hamas berharap pemerintah Bahrain dan rakyatnya yang asli tak akan membiarkan tanah mereka dikotori oleh musuh-musuh Zionis pembunuh rakyat Palestina.
Melalui pernyataan itu, Hamas menolak semua langkah penerimaan atau persiapan implementasi rencana perdamaian Timur Tengah yang dijuluki "Kesepakatan Abad Ini".