Muhammad Abdullah Azzam
11 September 2018•Update: 12 September 2018
Ayşe Sümeyra Aydoğdu
RAMALLAH
Penutupan kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington tak akan mengubah sikap dan loyalitas negaranya dalam melindungi tempat suci umat Muslim dan Kristen, serta perjanjian internasional, ungkap Juru Bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeina.
"Melindungi Yerusalem dan hak-hak rakyat Palestina lebih penting dari pada menjaga hubungan dengan AS," ujar Abu Rudeina.
Anggota Senior PLO Hanan Ashrawi dalam pernyataan tertulisnya menyebut keputusan AS tak dapat diterima dan merupakan "pemerasan politik".
"Pemerintah AS menghukum rakyat Palestina yang menjadi korban penjajahan tentara Israel yang tak berahlak melakukan pemerasan secara kejam,” tutur Ashrawi.
Ashrawi menekankan bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah menyerah.
Dia mengajak masyarakat internasional untuk mengambil peran dalam melindungi hukum internasional.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, mengumumkan dalam sebuah pernyataan tertulis hari ini bahwa negaranya menutup kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington.