Hayatı Nupus
16 Februari 2020•Update: 17 Februari 2020
MUNICH
Menteri luar negeri dan diplomat tinggi dari seluruh dunia berkumpul di Munich pada Minggu untuk membahas implementasi gencatan dan embargo senjata Libya.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menghadiri pertemuan tersebut, bersama dengan para menteri luar negeri dari Perancis, Italia dan beberapa negara lain, atas undangan diplomat tinggi Jerman Heiko Maas.
Dewan Keamanan PBB Rusia, China dan AS mengirim diplomat senior ke Munich untuk pertemuan tersebut.
Ini adalah pertemuan komite tindak lanjut pertama dalam proses Berlin, inisiatif oleh PBB dan Jerman, untuk mencari kesepakatan antara para aktor internasional demi mendukung upaya solusi politik dan gencatan senjata di Libya.
Para pemimpin dunia dan aktor regional berjanji untuk mendukung gencatan dan embargo senjata Libya saat ini, yang dibahas dalam Konferensi Berlin yang diselenggarakan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel pada 19 Januari lalu.
Pada saat itu, negara-negara juga sepakat untuk membentuk komite tindak lanjut yang membahas mekanisme pemantauan dan implementasi kesimpulan Konferensi Berlin.
Sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Khaddafi pada 2011, Libya terpecah menjadi dua kekuasaan: Haftar di timur Libya yang utamanya didukung oleh Mesir dan UEA, sedang lainnya GNA di Tripoli, yang memperoleh pengakuan PBB dan kalangan internasional.
Haftar menyerang pemerintah sah Libya sejak April lalu, yang mengakibatkan lebih dari 1.000 orang tewas.