Ekip
25 Februari 2022•Update: 27 Februari 2022
BRUSSELS
Sekertaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Kamis menyerukan pertemuan virtual darurat para pemimpin anggota NATO di saat dunia mengutuk intervensi militer Rusia terhadap Ukraina.
Para pemimpin NATO akan membahas tanggapan aliansi militer itu terhadap "invasi militer skala penuh terhadap Ukraina," kata Stoltenberg.
NATO memutuskan untuk mengaktifkan "rencana pertahanan dan meminta komandan militer tertinggi kami Jenderal Todd Walters," yang akan memungkinkan NATO untuk menyebarkan kemampuan dan pasukan dengan lebih mudah, ungkap Stoltenberg.
Dia menyebut tindakan Rusia sebagai "aksi perang brutal," menunjukkan bahwa Rusia telah "berdarah dingin" karena merencanakan operasi militer dalam waktu yang lama untuk "menulis ulang sejarah."
"Para pemimpin Rusia memikul tanggung jawab penuh atas tindakan sembrono mereka terhadap nyawa yang hilang," tegas sekjen NATO.
Stoltenberg mendesak Rusia untuk "segera menghentikan aksi militernya, menarik pasukannya dari Ukraina dan memilih opsi diplomasi."
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis pagi mengumumkan intervensi militer di Ukraina, hanya beberapa hari setelah mengakui dua daerah wilayah yang dikuasai separatis di Ukraina timur.
Dia mengatakan tindakan itu diambil setelah permintaan bantuan dari otoritas Donetsk dan Luhansk, sambil mengklaim bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina, tetapi ingin "demiliterisasi" dan "denazifikasi" Ukraina.