Maria Elisa Hospita
14 Desember 2019•Update: 17 Desember 2019
James Reinl
NEW YORK
Anggota parlemen Amerika Serikat menyerukan kepada badan intelijen mereka untuk mempublikasikan rincian pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi.
Permintaan bukti tentang kematian jurnalis Arab Saudi itu dipaparkan dalam Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional yang disahkan oleh parlemen pada Rabu dan akan dirembukkan oleh Senat pekan depan.
Jika disahkan, Direktur Intelijen Nasional akan punya waktu 30 hari untuk melapor ke Kongres mengenai rincian tim Saudi yang membunuh Khashoggi Oktober tahun lalu.
Menurut RUU itu, laporan tersebut akan membahas peran pejabat Saudi saat ini atau mantan pejabat dalam mengarahkan, memerintahkan, atau menghilangkan bukti pembunuhan Khashoggi.
Khashoggi, kolumnis harian The Washington Post, dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Hingga saat ini, jasadnya tak pernah ditemukan.
Sebelumnya CIA menetapkan putra mahkota Mohammad bin Salmanlah yang memerintahkan pembunuhan itu.
Sementara penyelidik hak asasi manusia PBB Agnes Callamard dalam laporannya menyimpulkan bahwa pembunuhan itu adalah "eksekusi yang disengaja dan direncanakan". Dia juga mendesak agar bin Salman atau MbS untuk diselidiki.