Maria Elisa Hospita
17 Juni 2019•Update: 18 Juni 2019
Muhammad Mussa
LONDON
Seorang anggota parlemen Muslim Inggris pada Minggu mencerca pemerintah Inggris yang menutup mata terhadap pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald ke wali kota London.
Naz Shah, anggota parlemen dari Partai Buruh sekaligus menteri bayangan untuk perempuan dan persamaan hak, juga menuding pemerintah "gagal membela kepentingan kelompok minoritas".
"Jika Donald Trump bisa terang-terangan mendukung sayap kanan yang menggunakan kiasan rasis untuk menyerang wali kota London, dan hal itu diabaikan oleh perdana menteri kami atau siapa pun yang berencana menjadi perdana menteri, maka kita patut mempertanyakannya," ujar Shah kepada surat kabar Metro.
"Ketika ujaran kebencian dan fanatisme dilegitimasi, maka kelompok minoritaslah yang akan terkena dampaknya secara langsung," kata dia lagi.
Kritik Shah muncul setelah Trump menyebut Wali Kota London Sadiq Khan sebagai "aib bangsa" dalam cuitannya.
Trump merespons cuitan milik tokoh sayap kanan ekstrem Inggris Katie Hopkins yang menuding Khan bertanggung jawab atas serangkaian serangan di London.
"LONDON membutuhkan wali kota baru secepatnya. Khan adalah aib bangsa dan ini semua hanya akan bertambah buruk jika dibiarkan!" cecar Trump, usai kunjungan resminya ke London.
Dalam cuitannya, Hopkins mengklaim bahwa hanya dalam rentang 20 jam, dua orang ditikam hingga tewas, satu orang tewas tertembak, dan tiga lainnya luka-luka.
Selain itu, dia juga menyebut London sebagai "kota penikaman".