Muhammad Abdullah Azzam
17 Juni 2019•Update: 17 Juni 2019
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Pemerintah Iran memanggil Duta Besar Inggris untuk Teheran Rob Maker ke Departemen Luar Negeri setelah Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menuding Iran bertanggung jawab atas serangan dua tanker di Teluk Oman.
Kemenlu Iran mengeluarkan pernyataan tertulis yang menyatakan Teheran mengecam pernyataan Hunt tersebut serta mengungkapkan rasa ketidaknyamanan terkait masalah ini kepada London.
Pernyataan itu mengklaim Hunt telah menuduh Iran tanpa bukti dan pemerintah London telah mengikuti cara Washington dalam hal ini.
"Hampir dipastikan bahwa Pasukan Pengawal Revolusi, cabang dari Angkatan Bersenjata Iran, menyerang dua kapal tanker pada 13 Juni. Tidak ada negara atau aktor non-negara yang bertanggung jawab atas penyerangan itu," ungkap Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan tertulis akhir pekan kemarin.
Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengecam Teheran karena menurut Menlu Inggris itu “hampir dipastikan" bahwa serangan terhadap tanker-tanker minyak itu dilakukan oleh Iran.
Dua kapal yang diserang itu adalah Front Altair milik Norwegia dan Kokuka milik Jepang.
Hampir seperlima kebutuhan minyak dunia melewati selat itu, termasuk untuk memenuhi pasar energi di wilayah timur.
Serangan itu juga bertepatan dengan meningkatnya eskalasi ketegangan di Timur Tengah antara AS dan Iran, Iran dan Arab Saudi, juga kelompok garis keras yang berperang di Yaman dan negara lainnya.
Salah satu dari dua kapal yang diserang itu merupakan kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall, Front Altair, yang memuat etanol dari Watar menuju ke Taiwan.
Sedang Kokuka Courageous yang juga memuat etanol, berbendera Panama dan berlayar dari Singapura menuju Arab Saudi.
Harga minyak melonjak 4 persen pada Kamis 13 Juni 2019 setelah serangan itu. Harga minyak mentah brent naik USD2,19 atau 3,65 persen menjadi USD62,16 per barel pada pukul 14.41 WIB.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari pakta nuklir multinasional 2015 dengan Iran dan kembali menerapkan sanksi.
Serangan itu bahkan terjadi ketika Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berada dalam pertemuan dengan para pejabat Teheran, dalam upaya untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran.