Maria Elisa Hospita
12 Oktober 2020•Update: 12 Oktober 2020
Ruslan Rehimov
BAKU, Azerbaijan
Seorang warga sipil tewas di Azerbaijan pada Sabtu ketika tentara Armenia menyerang permukiman Azerbaijan meskipun ada gencatan senjata.
Menurut jaksa Azerbaijan, desa Chemenli dan Zengishali di Provinsi Agdam diserang tembakan artileri Angkatan Bersenjata Armenia sekitar pukul 19.00 waktu setempat (0300GMT).
Gunduz Huseynov, 46, tewas dalam serangan di Chemenli, sehingga jumlah korban dalam dua minggu terakhir menjadi 32 orang.
Pada Sabtu, Azerbaijan dan Armenia menyepakati gencatan senjata kemanusiaan, yang meliputi pertukaran tahanan dan pengambilan jasad di Nagorno-Karabakh yang mulai berlaku pada pukul 00.00 waktu setempat (0800GMT).
Gencatan senjata diberlakukan pasca pertemuan trilateral yang digelar pada Jumat di Moskow antara menteri luar negeri Rusia, Azerbaijan, dan Armenia.
Sebelumnya, di hari yang sama, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengecam Armenia karena melanggar perjanjian gencatan senjata dengan mencoba melakukan serangan.
Pertempuran antara kedua negara dimulai pada 27 September, ketika pasukan Armenia menargetkan permukiman sipil dan posisi militer Azerbaijan di Upper Karabakh yang mengakibatkan korban jiwa.
Hubungan kedua negara bekas Uni Soviet tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia selama sekitar tiga dekade.
Empat resolusi Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB, serta banyak organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan pendudukan dari wilayah itu.