Ecenur Colak
17 Mei 2018•Update: 17 Mei 2018
Ecenur Colak
VATICAN CITY
Paus Fransiskus pada hari Rabu menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang memburuk di Timur Tengah, menurut Vatikan News.
"Saya mengungkapkan kesedihan saya yang sangat besar untuk orang-orang yang telah meninggal dan terluka, dan dengan doa dan kasih sayang, saya merasakan semua yang menderita," katanya dalam audiensi umum hari Rabu.
Paus menggarisbawahi bahwa penggunaan kekerasan tidak akan pernah bisa mengarah pada perdamaian, dengan mengatakan: "Perang melahirkan perang, kekerasan melahirkan kekerasan."
Dia menyatakan keprihatinannya yang mendalam "atas meningkatnya ketegangan di Tanah Suci dan di Timur Tengah, dan gelombang kekerasan yang bergerak makin menjauh dari jalur perdamaian, dialog ataupun negosiasi."
Paus menyerukan kepada komunitas internasional untuk memperbarui komitmen mereka untuk memastikan bahwa dialog, keadilan dan perdamaian akan menjadi jalan kemenangan.
Pada hari Senin, setidaknya 62 demonstran Palestina menjadi martir dan ratusan lainnya terluka oleh pasukan Israel yang dikerahkan di sepanjang perbatasan.
Demonstrasi hari Senin bertepatan dengan ulang tahun ke-70 Israel - sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai "Malapetaka" - dan relokasi kedutaan Israel di Washington ke Yerusalem, yang juga berlangsung pada hari yang sama.
Sejak demonstrasi Gaza dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 demonstran Palestina telah menjadi martir oleh tembakan tentara Israel di jalur lintas-perbatasan.
Pekan lalu, pemerintah Israel mengatakan protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan "keadaan perang" di mana hukum kemanusiaan internasional tidak berlaku.