Hajer M'tiri
17 Mei 2018•Update: 18 Mei 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Ribuan warga berkerumun di kawasan Trocadero, Paris, pada Rabu untuk menunjukkan dukungan terhadap Palestina dan mengecam kekerasan Israel di perbatasan Jalur Gaza.
Kelompok-kelompok yang menggelar demonstrasi itu merilis pernyataan yang menuntut agar penjajah Israel berhenti menyerang warga sipil Palestina dan mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menjatuhkan "sanksi" terhadap Israel.
Pendemo meneriakkan slogan-slogan anti-AS dan anti-Israel serta menyampaikan pesan solidaritas kepada warga Palestina yang melakukan aksi Great March of Return.
Massa membawa spanduk-spanduk bertulistikan boikot terhadap Israel, "Teroris Israel", dan mendesak "Israel berhenti melakukan pembantaian". Spanduk-spanduk lain tampak menuntut untuk "kebebasan bagi Palestina" dan "keadilan bagi Palestina".
Sejak Senin, sedikitnya 62 demonstran Palestina yang menggelar unjuk rasa di perbatasan Jalur Gaza - Israel tewas ditembak oleh Pasukan Pertahanan Israel.
Terbunuhnya orang-orang Palestina telah memicu kecaman global, namun Israel mengklaimnya sebagai upaya pertahanan diri.
"Prancis harus mengecam pembantaian di Gaza. Duta Besar Israel di Paris harus menghadapi istana untuk menjelaskan permasalahan. Keadilan sudah mati di tangan [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu," cuit pemimpin sayap kiri Prancis Jean-Luc Melenchon pada Senin.
Mantan kandidat kepresidenan Benoit Hamon memohon agar Uni Eropa dan Prancis mengakui negara Palestina.
Ribuan warga Palestina berunjuk rasa di perbatasan timur Jalur Gaza pada Senin pagi untuk memprotes pendudukan Israel dan relokasi kedubes AS ke Yerusalem.
Sejak aksi protes dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 demonstran Palestina tewas ditembak.