Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Oktober 2019•Update: 29 Oktober 2019
Betul Yuruk
PBB
Pelapor khusus PBB untuk eksekusi di luar hukum Agnes Callamard mengatakan bahwa dia kecewa karena Sekretaris Jenderal PBB tidak mendorong penyelidikan pidana atas pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.
"Saya kecewa karena dia [Antonio Guterres] tidak mengambil kesempatan yang saya berikan kepadanya untuk mendorong kita sedikit lebih jauh dalam jalan menuju akuntabilitas," kata Callamard kepada Anadolu Agency di markas PBB New York, Minggu.
Dia mengatakan bahwa Guterres dan seluruh komunitas internasional tidak terlalu berani dalam menuntaskan masalah ini.
"Ada semacam koalisi yang bersedia untuk tidak melakukan apa-apa," ujar Callamard.
Dia mengatakan bahwa Turki bisa membuat permintaan resmi kepada sekretaris jenderal, tetapi masalah ini sebenarnya adalah masalah internasional bukan hanya Turki.
Callamard menekankan bahwa seharusnya tidak ada negara yang mendukung Arab Saudi dan negara-negara lain bisa menyejajarkan diri dengan Turki untuk mengajukan permintaan kepada sekretaris jenderal, tetapi pada kenyataan tidak ada yang melakukannya.
"Semua orang tampaknya bersembunyi di belakang satu sama lain," tambah dia.
Pembunuhan Khashoggi bukan kejahatan domestik
Callamard menyoroti pernyataan Arab Saudi sejak awal bahwa kasus Khashoggi adalah masalah domestik dan mereka akan menolak segala bentuk pengawasan internasional.
"Pembunuhan Khashoggi jauh dari pembunuhan domestik," kata Callamard.
Dia menggarisbawahi bahwa pembunuhan itu terjadi di luar Arab Saudi dan melibatkan setidaknya lima atau enam pelanggaran hukum internasional.
Menekankan bahwa tidak ada yang domestik tentang pembunuhan itu, Callamard mengatakan pengawasan internasional mutlak diperlukan.
Tim eksekusi Saudi membunuh Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Tubuhnya tidak pernah ditemukan.
Laporan Callamard yang dirilis pada Mei menyimpulkan bahwa Khashoggi adalah korban dari eksekusi yang disengaja dan direncanakan.
Dia mendesak penyelidikan terhadap Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, tetapi pejabat negara itu membantah keterlibatan sang pangeran.