Betul Yuruk
22 Februari 2018•Update: 23 Februari 2018
Betul Yuruk
NEW YORK
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu mengungkapkan "kesedihan mendalam" terhadap orang-orang yang hidup di Ghouta Timur, Suriah.
Sekitar 400 ribu orang "hidup dalam neraka di atas bumi," kata Guterres dalam pidatonya pada briefing menteri Dewan Keamanan PBB mengenai tujuan dan prinsip Piagam PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Dia meminta "semua kegiatan perang" segera dihentikan.
"Pada saat ini, sangat mendesak bagi Dewan Keamanan untuk mnjalankan tanggung jawabnya untuk membawa penyelesaian politik soal Suriah sesuai dengan resolusi 2254 di bawah naungan PBB," kata dia.
Ghouta Timur merupakan rumah bagi 400.000 penduduk, yang menderita di bawah kepungan rezim selama lima tahun terakhir.
Suriah telah dirundung konflik sejak perang sipil meletus pada Maret 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang aksi demonstrasi kelompok pro-demokrasi dengan brutal.
Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa Dewan Keamanan harus fokus pada perang sipil yang sedang berlangsung di Suriah, ketegangan di Dataran Tinggi Golan dan krisis pengungsi.
"Permasalahan-permasalahan ini dapat bangkit kembali, sangat mengancam stabilitas regional, dan memicu konflik lebih lanjut di antara negara-negara di kawasan tersebut," kata Ban.
Ban mengatakan bahwa Timur Tengah harus siap menghadapi era pasca-Daesh.
"Ketidakstabilan semacam itu dapat menyebabkan ketegangan antara Iran dan Arab Saudi semakin meningkat, dan membawa Israel dan Iran semakin dekat ke konflik langsung," tambah dia.