Michael Hernandez
12 Juni 2018•Update: 12 Juni 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Dewan Keamanan PBB mendesak Taliban pada Senin untuk menjawab tawaran gencatan senjata pemerintah Afghanistan "secara penuh".
Taliban mengumumkan pada Sabtu soal gencatan senjata tiga hari untuk festival Muslim Idul Fitri, yang menandai akhir Ramadhan, sebagai jawaban yang jelas terhadap gencatan senjata sepihak sebelumnya yang diumumkan pemerintah Afghanistan selama sembilan hari.
Afghanistan memperkirakan perayaan Idul Fitri itu akan jatuh pada 15-17 Juni, sesuai kalender lunar.
Anggota Dewan Keamanan lebih lanjut mendesak kelompok militan untuk menerima tawaran Kabul pada pembicaraan langsung "tanpa prasyarat dan ancaman kekerasan" yang bertujuan mengakhiri konflik.
"Para anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali pentingnya proses perdamaian inklusif yang dipimpin Afghanistan untuk kemakmuran dan stabilitas jangka panjang, serta menyatakan dukungan penuh mereka bagi upaya Pemerintah Afghanistan untuk mencapai tujuan itu," kata anggota dewan di sebuah pernyataan.
Awal tahun ini, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan rencana untuk pembicaraan damai dengan Taliban. Dia akan mengakui kelompok itu sebagai organisasi politik yang sah dalam upaya untuk mengakhiri perang 16 tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya setelah penarikan pasukan internasional, Taliban berupaya bangkit kembali, meluncurkan serangan dan merambah berbagai wilayah, dan menempatkan pemerintah di Kabul seiring meningkatnya tekanan.
AS dan beberapa sekutu NATO berusaha menopang Kabul dan menerapkan tekanan militer pada Taliban, dengan harapan dapat membawa kelompok itu ke meja perundingan.
Berdasarkan laporan pekan lalu, Inggris akan mengirim 450 pasukan ke Afghanistan untuk membantu pengamanan. Namun, tidak diketahui apakah mereka memiliki peran dan misi tempur.