Muhammad Abdullah Azzam
09 Januari 2019•Update: 10 Januari 2019
Betül Yürük
PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres meminta Dewan Keamanan PBB mengerahkan pengawas untuk memantau gencatan senjata di kota pelabuhan Al Hudaydah, Yaman.
Guterres meminta DK PBB untuk mengirim 75 pengawas internasional ke Al-Hudaydah guna memantau gencatan senjata di wilayah tersebut.
Bulan lalu, pasukan pro-pemerintah dan pemberontak Houthi mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pemerintah Yaman di Stockholm, Swedia.
Selain itu, PBB bulan lalu juga telah mengirim “pengawas tak berseragam dan tak bersenjata” ke Al-Hudaydah untuk mengawasi gencatan senjata.
Menurut sumber-sumber diplomatik, tim pengawas kecil yang terdiri dari 16 orang kini masih terjebak di Al-Hudaydah karena "masalah keamanan".
PBB memimpin misi bantuan melalui pelabuhan untuk membantu kehidupan penduduk yang dilanda perang.
Yaman terjerumus ke dalam perang saudara pada 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar wilayah, termasuk ibu kota Sana'a, yang memaksa pemerintah berkuasa melarikan diri ke Arab Saudi.
Setahun kemudian, Arab Saudi dan bersama koalisinya meluncurkan kampanye udara besar-besaran yang bertujuan menggulingkan kekuatan militer Houthi.