Maria Elisa Hospita
01 Februari 2019•Update: 02 Februari 2019
Emin Ileri, Kerem Alperen Kaya
ISTANBUL
Pejabat PBB memuji kinerja Turki selama penyelidikan pembunuhan jurnalis di Konsulat Saudi di Istanbul musim gugur lalu.
"Kami berharap mendapatkan informasi lebih lanjut tentang penyelidikan tersebut. Kami puas dengan proses investigasi [Turki]," kata Agnes Callamard, pelapor khusus PBB tentang eksekusi di luar hukum atau sewenang-wenang, usai pertemuan tertutup di Istanbul dengan Hatice Cengiz, tunangan jurnalis Jamal Khashoggi.
Callamard dan delegasinya telah menyelesaikan pertemuan mereka di Istanbul dan selanjutnya akan menemui pejabat pemerintah dan intelijen di Ankara.
Pada Rabu, representatif PBB itu bertemu dengan wartawan, perwakilan LSM, dan pejabat dari Asosiasi Media Turki-Arab.
Mereka juga memeriksa area sekitar Konsulat Saudi di Istanbul dan berdiskusi dengan kepala jaksa Istanbul Irfan Fidan.
Callamard didampingi oleh Baroness Helena Kennedy, QC, dan Profesor Duarte Nuno Vieira dari University of Coimbra, Portugal.
Kantor Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB pekan lalu mengatakan bahwa penyelidikan internasional di bawah otorisasi Callamard akan "meninjau dan mengevaluasi, dari perspektif HAM, mengenai pembunuhan Khashoggi".
Callamard akan memaparkan temuan dan rekomendasinya tentang penyelidikan itu kepada Dewan HAM PBB pada Juni.
Khashoggi, jurnalis Washington Post, dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah mengeluarkan sejumlah penjelasan yang kontradiktif, Riyadh mengakui bahwa dia terbunuh di dalam gedung konsulat.
Turki telah mengupayakan ekstradisi orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan itu dari Arab Saudi.