13 September 2017•Update: 13 September 2017
Cansu Dikme
BUDAPEST, Hungary
Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filipo Grandi, pada Selasa mengkritik kebijakan Hungaria terhadap pengungsi yang mencari suaka di negara tersebut. Dia, mengatakan Hungaria dirancang untuk mencegah permohonan suaka.
Dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Hungaria Péter Szijjártó dan Menteri Dalam Negeri Sandor Pinter, Grandi menekan kekhawatiran mengenai pencari suara yang ditampung dalam "zona transit" selama proses permohonan suaka.
"Perlindungan pengungsi dan keamanan negara bisa dilakukan bersamaan," katanya.
Grandi mampir ke zona transit Röszke di perbatasan Hungaria-Serbia dalam kunjungan 2 harinya ke negara tersebut.
"Ketika saya berdiri di pagar perbatasan hari ini, saya merasakan seluruh sistem ini dirancang untuk menyulitkan masuk mereka yang melarikan diri dari perang dan persekusi serta mencegah mereka memohon untuk suaka."
Pada Maret, Hungaria mengatakan tidak akan menerima pengungsi lain yang dikirim oleh negara-negara Uni Eropa.
Untuk memastikan hal itu, Hungaria memperkuat perbatasan mereka dengan prajurit dan polisi dengan dukungan negara-negara Grup Visegrad - aliansi budaya dan politik yang termasuk Republik Ceko, Polandia dan Slovakial.
Pada 2015, Hungaria memasang kawat berduri di perbatasan mereka dengan Serbia dan Kroasia untuk menghentikan laju masuknya pengungsi. Selain itu mereka juga menerapkan hukuman berat bagi mereka yang masuk secara ilegal.