Maria Elisa Hospita
19 Agustus 2019•Update: 20 Agustus 2019
Shuriah Niazi
NEW DELHI, India
Otoritas India kembali memberlakukan pembatasan di beberapa bagian Kota Srinagar, di Jammu dan Kashmir, pada Minggu.
Kashmir menghadapi blokade komunikasi sejak 5 Agustus, yakni ketika India mengubah status quo Jammu dan Kashmir.
Sejak itu, ratusan orang yang sebagian besar tokoh politik telah ditangkap oleh pihak berwenang.
Menurut kantor berita Press Trust of India (PTI), aksi protes meletus di sejumlah area lembah.
Rohit Kansal, juru bicara pemerintah Jammu dan Kashmir, mengatakan bahwa dua orang terluka dalam bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan.
"BSNL telah bekerja sepanjang hari. Saluran komunikasi kemungkinan kembali pulih pada Minggu," jelas dia.
Namun, penduduk setempat di wilayah itu mengungkapkan bahwa jaringan telepon mereka belum berfungsi.
“Sudah lebih dari 24 jam tetapi telepon rumah kami masih belum berfungsi,” ujar Aijaz Ahmad, warga Srinagar.
Menurut Kansal, pemerintah daerah juga berencana membuka kembali 190 sekolah dasar di Srinagar pada Senin.
Sementara itu, gelombang pertama jemaah haji telah kembali ke Srinagar pada Minggu.
*Ahmad Adil in Srinagar turut berkontribusi dalam laporan ini