Nani Afrida
17 November 2019•Update: 18 November 2019
Godfrey Olukya
KAMPALA, Uganda
Setidaknya 15 warga sipil tewas dalam penyerangan yang dilakukan pemberontak ADF Uganda pada Sabtu, lapor radio PBB dan seorang petugas keamanan di Kivu Utara.
Serangan itu terjadi di Mbau, ibu kota sektor Beni-Mbau di Kivu Utara di timur Republik Demokratik Kongo.
Radio PBB mengatakan serangan itu sudah dikonfirmasi oleh pihak keamanan dan beberapa kelompok masyarakat sipil di daerah itu.
Petugas keamanan Kivu Utara, letnan Ambrose Serembe, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sekelompok pemberontak ADF menyerang kota Mbau pada pukul 2 pagi waktu setempat.
''Para pemberontak membunuh tujuh orang Pigmi dan delapan warga sipil lainnya, '' kata Serembe.
“Para pemberontak pertama kali menyerang tiga wilayah kota pada saat yang sama. Mereka menyerang Mbau, Madinda dan Kebi keba. Mereka membakar rumah-rumah dan membunuh delapan orang sebelum menyerbu kamp masyarakat kerdil di Kebi keba di mana mereka membunuh tujuh orang dari mereka. ''
Dia mengatakan pemberontak juga menjarah harta benda dari toko-toko dan rumah-rumah masyarakat sebelum mereka melarikan diri ke hutan.
Pada 31 Oktober, tentara memulai operasi melawan pemberontak ADF telah dilakukan di tempat persembunyian para pemberontak.
Namun serangan pemberontak ke desa-desa dan kota-kota terus terjadi.
ADF berasal dari Uganda yang berdiri pada 1990-an. Kelompok ini beranggotakan pemberontak yang bermaksud menggulingkan Presiden Uganda Yoweri Museveni.
Setelah beberapa tahun, mereka dikalahkan dan melarikan diri ke hutan-hutan Republik Demokratik Kongo timur.
Dari situ mereka melakukan kekacauan dan kekerasan ke kawasan negara tetangga Uganda tersebut.