Hayati Nupus
14 Oktober 2019•Update: 14 Oktober 2019
Busra Nur Bilgic Cakmak
ANKARA
Pemerintah dan demonstran Ekuador yang dipimpin oleh organisasi masyarakat adat pada Minggu malam mencapai kesepakatan untuk membatalkan paket Dana Moneter Internasional (IMF), menurut laporan media.
Pemogokan nasional oleh pekerja transportasi dan pengemudi taksi terkait penghapusan subsidi pemerintah pada 1 Oktober menyebabkan aksi protes dan kekerasan.
Pemerintah mengumumkan bahwa paket penghematan merupakan bagian dari perjanjian IMF agar memperoleh pinjaman.
Kesepakatan itu berisikan bahwa pemerintah akan mencabut paket IMF, termasuk soal kenaikan tajam harga bensin dan solar, kemudian demonstran memenuhi jalanan, lapor saluran televisi Venezuela TeleSur.
Kedua pihak juga akan membentuk komite untuk mengembangkan rencana baru, tambah dia.
Pembicaraan tersebut dimediasi oleh PBB di Ekuador dan Konferensi Episkopal Ekuador.
Moreno mengumumkan keadaan darurat dua bulan pada 3 Oktober lalu, dengan mengatakan kabinetnya bertekad untuk tak mengubah keputusan soal “subsidi-subsidi busuk yang merusak negara itu.”
Pada Sabtu, Moreno juga memberlakukan jam malam dan militerisasi di ibu kota Quito, di tengah protes keras.
Ekuador. negara yang membentang di sepanjang garis khatulistiwa di pantai barat Amerika Selatan. Negara tersebut telah menghadapi aksi unjuk rasa yang mendesak pengunduran diri tiga presiden.