Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menjelang musim haji tahun 2017, pemerintah terus berupaya menyelesaikan seluruh dokumen perjalanan bagi para jama’ah haji Indonesia. Rombongan pertama perjalanan haji jama’ah Indonesia akan diberangkatkan tanggal 28 Juli mendatang.
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan sebagai penyelenggara ibadah haji, pemerintah terus berkonsentrasi untuk menyelesaikan progres dokumen jama’ah.
“Untuk penyelesaian passport saat ini sudah mendekati 80% untuk 204 ribu kuota jama’ah haji reguler asal Indonesia,” ujarnya.
Terkait penyelesaian visa bagi para jama’ah, penyelesaiannya tergantung dari pemerintah Saudi sepenuhnya melalui sistem aplikasi online e-hajj dan terus berproses setiap harinya.
“Mudah-mudahan menjelang keberangkatan kloter pertama nanti seluruh dokumen perjalanan jama’ah bisa diselesaikan. Seluruh dokumen akan diselesaikan bertahap.”
Lukman mengakui memang tidak mudah menyelesaikan seluruh dokumen perjalanan karena besarnya kuota jama’ah yang dimiliki Indonesia. Tahun ini, Indonesia memiliki kuota jama’ah 221 ribu dengan 204 ribu di antaranya melalui haji reguler dan 17 ribu lainnya dikelola pihak swasta melalui penyelenggaraan haji khusus.
“Tentunya saat ini yang kita fokus selesaikan dokumennya adalah para jama’ah kloter awal yang akan berangkat 28 Juli nanti.”
Lebih lanjut, Menteri Agama menegaskan, perjalanan haji tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya dan akan selalu diperbaiki setiap tahunnya demi kenyamanan beribadah para jama’ah Indonesia ke Tanah Suci.
Sebelumnya, Lukman mengatakan, semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan para jamaah haji Indonesia seperti pemondokan di Makkah dan Madinah sudah selesai proses kontraknya sehingga sudah siap seluruhnya untuk digunakan oleh para jama’ah.
Kesiapan haji yang siap digunakan termasuk juga tenda-tenda di Arafah yang seluruhnya merupakan tenda baru dan lebih aman. Tenda-tenda tersebut menurutnya disangga oleh tiang baja berbahan anti api, anti air, dan mampu menyerap panas sinar matahari.
Lukman juga menambahkan, fasilitas konsumsi berupa katering untuk para jama’ah sudah tidak lagi menjadi masalah bagi jama’ah Indonesia sejak tiga tahun terakhir.
news_share_descriptionsubscription_contact

