13 Juli 2017•Update: 13 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Rencana pemerintah membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Depok di atas lahan seluas 142 ha masih sedikit terkendala persetujuan dari DPR.
Menurut Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, pada dasarnya DPR menyetujui rencana pemerintah untuk membangun universitas tersebut dengan penganggaran sebesar Rp 80 miliar.
DPR sepakat dengan pemerintah terkait urgensi pendirian universitas tersebut mengingat posisi dan peran Indonesia yang strategis sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia.
Rencana pembangunan ini berdasarkan pada Peraturan Presiden nomor 57 tahun 2016 tentang pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Kampus ini diharapkan bisa mulai beroperasi melakukan aktivitas akademik di tahun 2018 mendatang.
Meskipun setuju, pihaknya meminta Kementerian Agama untuk menyelesaikan kewajibannya terlebih dahulu yaitu melunasi pembayaran insentif guru agama non PNS yang belum terbayarkan dari tahun 2013-2016 sebesar Rp 3,1 triliun.
“Kita minta pemerintah memprioritaskan itu dulu sebelum penganggaran untuk membangun universitas,” terang Ali kepada Anadolu Agency.
Apabila kewajiban tersebut belum terselesaikan, maka DPR belum bisa menyetujui penganggaran yang diajukan pemerintah melalui kementerian agama. “Kewajiban terhadap guru tidak bisa ditunda lagi karena mereka sudah melakukan kewajibannya dengan baik sehingga haknya harus segera dipenuhi.”
Menurutnya, pemerintah saat ini terus menggodok aspek lain terkait pembangunan universitas tersebut melalui tim teknis seperti perencanaan pembangunan serta aktivitas akademik yang akan dijalankan nantinya.
Universitas Islam Internasional Indonesia, menurutnya, tidak akan bertabrakan dan berbenturan dengan universitas Islam ataupun fakultas keislaman yang ada di universitas negeri ataupun swasta di Indonesia.
“Perguruan tinggi Islam yang ada di Indonesia tidak perlu khawatir terhambat eksistensinya karena Universitas Islam Internasional Indonesia merupakan perguruan tinggi berjenjang S2.”