07 Desember 2018•Update: 07 Desember 2018
Erbil Basay
BERLIN
Pemerintah Sudan dan dua gerakan pemberontak yang berbasis di Darfur menandatangani sebuah perjanjian di Berlin untuk melanjutkan pembicaraan damai, Kamis.
Ketiganya sepakat untuk melanjutkan negosiasi di Qatar pada Januari, menurut Kementerian Luar Negeri Jerman dalam sebuah pernyataan.
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Mass menyambut baik perkembangan tersebut, menyebutnya sebagai langkah penting yang membuka jalan bagi perdamaian di Sudan.
Sejak 2003, wilayah Darfur di Sudan barat telah menjadi lokasi pertempuran sporadis antara pemerintah Khartoum dan tiga gerakan pemberontak yang berbeda.
Menurut laporan PBB, konflik telah di wilayah itu telah menyebabkan 300 ribu orang tewas dan sekitar 2,5 juta lainnya mengungsi.
Pemerintah Sudan membantah laporan tersebut dan mengatakan bahwa jumlah korban tewas tidak melebihi 10 ribu.