Ahmet Gencturk
13 Oktober 2021•Update: 14 Oktober 2021
ANKARA
Pemerintah Yaman pada Selasa memperingatkan krisis kemanusiaan di distrik Abdiya di provinsi Marib.
Pemerintah juga kembali mengingatkan pengepungan distrik oleh Houthi yang didukung Iran.
Menteri Informasi Yaman Moammar Al-Eryani mengatakan di Twitter bahwa stok obat-obatan dan persediaan medis lainnya telah habis di provinsi itu.
Peralatan di satu-satunya rumah sakit juga berhenti berfungsi karena kehabisan solar dan pemadaman listrik total.
Houthi menargetkan lebih dari 500 rumah di desa-desa di Abdiya, sehingga Eryani menekankan bahwa rumah sakit tidak dapat memberikan layanan medis yang sangat dibutuhkan kepada 160 warga sipil yang terluka akibat serangan Houthi.
“Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk secara jelas mengutuk kejahatan pengepungan milisi Houthi terhadap puluhan ribu warga sipil dan merampas semua sarana kehidupan mereka untuk membuat mereka kelaparan. serta membunuh mereka sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,'” kata Eryani.
Dia juga meminta pihak internasional untuk menjadikan kelompok Houthi sebagai organisasi teroris dan membawa pemimpinnya ke pengadilan sebagai penjahat perang.
Yaman telah dilanda kekerasan dan ketidakstabilan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut sebagian besar negara itu, termasuk ibu kota Sana'a.
Koalisi yang dipimpin Saudi yang bertujuan untuk mengembalikan pemerintah Yaman telah memperburuk situasi.
Menurut data dari PBB, konflik di negara itu menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia dengan 233.000 orang tewas, sekitar 30 juta membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan dan lebih dari 13 juta di bahaya kelaparan