Astudestra Ajengrastrı
13 Juli 2018•Update: 14 Juli 2018
Alex Jensen
SEOUL
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyatakan kembali pada Jumat bahwa rekannya di Korea Utara, Kim Jong-un, serius menginginkan perubahan, di tengah-tengah kekhawatiran banyak pihak yang menyangka Korut tak serius dalam melakukan persetujuan denuklirisasi dengan Seoul dan Washington.
Berdasarkan dua pertemuan yang dilakukannya dengan pemimpin Korut, Moon berkata dalam pidatonya ketika mengunjungi Singapura bahwa "Pemimpin Kim memiliki keinginan besar untuk lepas dari konfrontasi ideologi dan mengembangkan Korea Utara menjadi negara yang normal."
"Kita harus menciptakan kesempatan bagi Korea Utara untuk memenuhi perannya sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab," ujarnya seperti dikutip dari Kantor Berita Yonhap.
Beberapa jam sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berkata melalui Twitter bahwa ada "kemajuan besar" dengan Korea Utara, sambil mengunggah foto sebuah surat dari Kim yang menggambarkan keoptimisan hubungan kedua negara di masa depan.
Meski begitu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kembali dari negosiasi di Pyongyang pada pekan lalu tanpa rencana denuklirisasi yang jelas, dan Korea Utara juga menunda dialog dengan AS yang rencananya akan diadakan pada Kamis.
Soal kritik yang mengatakan Seoul dan Washington terlalu banyak mengalah kepada Korea Utara dengan menunda latihan militer, Moon bersikeras bahwa "tindakan bersama" dari Korea Selatan dan AS ini bisa mempercepat proses denuklirisasi Pyongyang.
Dia juga menekankan bahwa sanksi-sanksi hanya akan diangkat setelah Korea Utara meninggalkan seluruh proyek nuklirnya.