Muhammad Abdullah Azzam
20 Maret 2018•Update: 21 Maret 2018
Recep Şakar
MELBOURNE
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi membatalkan program pidato publik yang diselenggarakan oleh Lowy Institute di Sydney, Australia, Senin.
Menurut pernyataan dari lembaga think-tank Lowy Institute, pemimpin myanmar itu membatalkan pidatonya yang telah dijadwalkan karena sakit. Pembatalan diumumkan beberapa jam setelah Suu Kyi bertemu Perdana Menteri Malcolm Turnbull di Canberra.
Suu Kyi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, selama ini menuai kritikan internasional karena dianggap bungkam melihat penindasan terhadap orang-orang Muslim Arakan.
Publik menilai Suu Kyi membatalkan pidatonya karena menghindar berbicara di hadapan umum, terutama pertanyaan yang akan diajukan kepadanya terkait Arakan pada sesi tanya-jawab.
Dilaporkan bahwa Suu Kyi juga mendapat kritikan terkait Arakan pada pertemuan khusus dalam program "ASEAN-Australia Special Summit" di Canberra.
Menurut berita dari media Australia ABC, Turnbull membahas krisis pengungsi Rohingya yang sedang berlangsung. Turnbull mendorong pemimpin Myanmar mengambil keputusan sehingga pengungsi Arakan dapat kembali ke rumahnya masing-masing.
Turnbull juga menjelaskan bahwa Australia bersedia memberi dana bantuan untuk Myanmar dan Bangladesh demi membantu menyelesaikan krisis tersebut.