Ekip
13 Maret 2018•Update: 13 Maret 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Presiden Nigeria pada hari Senin mengatakan bahwa dia lebih memilih untuk melakukan negosiasi untuk membebaskan ratusan siswi yang diculik oleh militan Boko Haram.
Dia menambahkan opsi militer dapat membahayakan nyawa para tahanan.
Dalam sebuah pertemuan dengan Sekertaris Negara Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson, Muhammadu Buhari mengatakan bahwa pemerintahannya "bekerja sama dengan organisasi internasional dan negosiator, untuk memastikan bahwa para siswi itu bisa dilepaskan tanpa cedera oleh penculik mereka," menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya setelah sebuah rapat tertutup.
"Kami mencoba untuk berhati-hati, lebih baik untuk mendapatkan anak-anak itu dalam keadaan hidup,” kata Buhari.
Lebih dari 100 siswi hilang setelah militan Boko Haram menyerbu sebuah sekolah di kota Dapchi di timur laut pada bulan Februari lalu. Pada tahun 2014, 276 siswi juga diculik.
Tillerson mendarat di ibukota Nigeria Abuja Senin siang sebagai bagian dari tur-nya ke Afrika. Dia dijadwalkan kembali ke Washington pada hari Selasa setelah memotong perjalanan singkat "karena permintaan dalam jadwal sekretaris," kata Departemen Luar Negeri AS.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pertemuan antara Buhari dan Tillerson berpusat di seputar keamanan, dorongan anti-korupsi pemerintah Nigeria, kerjasama ekonomi, dan pembangunan demokrasi.
Buhari juga berterima kasih kepada AS atas bantuannya dalam perang melawan pemberontakan, dan meminta bantuan lebih lanjut untuk tentara Nigeria"di bidang pelatihan dan peralatan".
Buhari berjanji bahwa pemerintahannya akan terus menjaga keamanan di negara tersebut, dan mengatakan kepada Tillerson bahwa dia siap untuk melakukan pemungutan suara tahun depan.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa Tillerson memuji Buhari dalam kampanye anti-penyuapan dan korupsi, yang mengatakan bahwa uang yang diperoleh telah diinvestasikan dalam pengembangan infrastruktur.
"Anda mendapat dukungan kami untuk tantangan yang Anda hadapi. Kami juga akan mendukung kesempatan untuk memperluas ekonomi, investasi komersial, dan pemilihan damai pada tahun 2019," kata pernyataan yang mengutip Tillerson.