24 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Fatih Erel
JENEWA
Jumlah kasus terduga kolera di Yaman diproyeksi berlipat dua pada akhir tahun menjadi lebih dari 600.000, kata Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Minggu.
"Wabah kolera yang belum pernah terjadi sebelumnya berdampak pada persentase populasi yang mengkhawatirkan - dan terus meningkat," kata Palang Merah dalam sebuah pernyataan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) milik PBB, 368.207 kasus terduga kolera dan 1.828 kematian dilaporkan di Yaman antara 27 April hingga 19 Juli.
“Ahli dari ICRC memperkirakan jumlah kasus yang diduga kolera akan berlipat ganda pada akhir 2017 menjadi lebih dari 600.000 – atau 1 dari 45 warga Yaman,” katanya.
“Tragedi disini adalah wabah kolera. Ini adalah malapetaka kemanusiaan yang seharusnya bisa dihindari. Ini adalah dampak konflik yang melumpuhkan infrastruktur sipil dan meruntuhkan sistem kesehatan,” tutur presiden ICRC Peter Maurer.
Maurer tiba di Yaman pada Minggu untuk kunjungan 5 hari dimana ia akan menghampiri Aden, Taiz dan Sana’a. Dia berencana merundingkan situasi kemanusiaan dengan komunitas dan pihak berwenang setempat untuk mendapat gambaran dari semua sisi.
Menurut ICRC, lebih dari 3 juta warga telah meninggalkan rumah mereka sejak awal konflik Yaman dan lebih dari 20 juta penduduk sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.