Ahmet Gürhan Kartal
15 Juni 2022•Update: 16 Juni 2022
LONDON
Pesawat pertama yang membawa pencari suaka ke Rwanda gagal lepas landas.
Pembatalan terjadi pada menit-menit akhir setelah Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) melarang deportasi migran.
Pesawat, yang telah menunggu di landasan di pangkalan udara militer di Boscombe Down di Amesbury hampir sepanjang hari, tidak akan pergi ke Kigali malam ini, lansir Sky News mengutip pernyataan pejabat pemerintah.
Penerbangan itu awalnya hendak membawa tujuh pencari suaka ke Rwanda.
Bahkan Menteri Luar Negeri Liz Truss sebelumnya mengatakan akan tetap melanjutkan penerbangan meski dengan sejumlah kecil penumpang.
Truss menggambarkan penerbangan itu sebagai "bagian penting dari strategi untuk menangani penyelundup manusia yang memperdagangkan harapan dan impian orang."
Rencana untuk mengirim pencari suaka ke Rwanda telah dikritik secara luas oleh banyak organisasi internasional, LSM pro-pengungsi dan kelompok hak asasi manusia.
Menteri Dalam Negeri Priti Patel mengatakan pemerintah "tidak akan terhalang untuk melakukan tindakan yang benar dan mengontrol perbatasan negara kami" setelah penerbangan pertama dihentikan.
"Saya selalu mengatakan kebijakan ini tidak akan mudah untuk disampaikan dan saya kecewa karena keputusan pada menit terakhir membuat penerbangan hari ini tidak dapat berangkat," ucapnya.
Patel mengatakan dia terkejut ECHR telah melakukan intervensi dan keputusan serupa pernah dialami Inggris.
"Kami tidak akan terhalang untuk melakukan hal yang benar dan menyampaikan rencana kami untuk mengontrol perbatasan negara kami. Tim hukum kami sedang meninjau setiap keputusan yang dibuat pada penerbangan ini dan persiapan untuk penerbangan berikutnya dimulai sekarang."