Nicky Aulia Widadio
24 Oktober 2019•Update: 25 Oktober 2019
JAKARTA
Ratusan pengungsi asal Afghanistan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) di Jakarta pada Kamis, 24 Oktober 2019.
Ini merupakan kali kedua para pengungsi kembali ke Kebon Sirih dalam bulan ini untuk mendesak UNHCR segera mencari solusi atas nasib mereka.
Salah satu pengungsi asal Afghanistan, Hassan Ramazan, 41, mengatakan sejak aksi unjuk rasa dua pekan lalu, belum ada solusi apa pun yang mereka terima.
“Bahkan tidak ada petugas UNHCR yang mendatangi kami di Kalideres untuk menanyakan bagaimana situasi kami,” kata Hassan, kepada Anadolu Agency di Jakarta, Kamis.
“Kami minta UNHCR segera memberikan solusi kepada kami. Kami tidak ingin mengganggu orang di trotoar karena aksi ini, tapi kami tidak punya pilihan lain,” lanjut dia.
Mereka menuntut UNHCR memenuhi hak para pengungsi untuk mendapat tempat penampungan yang layak mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, air dan listrik.
Untuk jangka panjang, mereka mendesak UNHCR bisa segera memastikan penempatan mereka di negara mana pun untuk memulai hidup baru.
Hassan telah hampir empat tahun di Indonesia. Dia kini kehabisan uang setelah kerabatnya tidak lagi sanggup mengirimi uang.
Dia meninggalkan rumahnya di Ghazni, Afghanistan karena lelah menghadapi konflik yang tidak kunjung berakhir.
Hassan dan ratusan pengungsi lainnya saat ini tinggal di sebuah gedung bekas milik Kodim di Kalideres, Jakarta Barat tanpa air dan listrik.
Menurut dia, mereka hanya mengandalkan bantuan makanan dari warga sekitar atau kelompok warga lainnya dalam jumlah yang terbatas.
Sebagian pengungsi juga dalam kondisi sakit, namun tidak bisa mendapatkan perawatan medis.
Para pengungsi sempat mendapat bantuan makanan, air, listrik, dan fasilitas kesehatan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Namun Pemprov DKI menghentikan bantuan tersebut pada 31 Agustus 2019 lalu.
Sejak saat itu, sebagian besar pengungsi masih tinggal di gedung bekas tersebut tanpa fasilitas memadai.