Maria Elisa Hospita
24 Oktober 2019•Update: 24 Oktober 2019
Alma Cekovic
BELGRADE, Serbia
Keluarga dan kerabat korban Perang Bosnia mengecam Swedish Academy karena menganugerahkan Nobel Sastra kepada Peter Handke.
Aktor, novelis, sekaligus penyair itu menerima penghargaan bergengsi Nobel pada awal Oktober, berkat karyanya yang dinilai memuat kecerdikan linguistik dan mengeksplorasi batas dan kekhasan pengalaman manusia.
Asosiasi korban perang yang beroperasi di Bosnia dan Herzegovina pun mengirim surat kecaman ke Swedish Academy pada Rabu.
"Alasan Swedish Academy memberikan Nobel ke Handke sangat buruk," ujar Hotic dari Mothers of Srebrenica Association saat konferensi pers.
Swedish Academy menegaskan bahwa karya sastra penulis terpisah dari pandangan politiknya.
"Akademi itu kehilangan kredibilitasnya. Keputusan itu sangat menyakiti kerabat korban," kata Fikret Grabovic, presiden Asosiasi Keluarga Anak-Anak yang Dibunuh dalam Perang.
"Saya tak menyangka saya bisa merasa muak hanya karena Nobel," kata Perdana Menteri Albania Edi Rama via Twitter.
Sementara Presiden Kosovo Hashim Thaci mengkritik keputusan Swedish Academy yang menurutnya membuka luka lama keluarga korban.
Selama April 1992 - Desember 1995, sekitar 100.000 orang tewas dibunuh dan 2,2 juta jiwa mengungsi dari Bosnia. Tak hanya itu, sekitar 50.000 perempuan diperkosa dalam tragedi tersebut.
Perang Bosnia dipicu oleh pecahnya Yugoslavia yang mendorong Bosnia mendeklarasikan kemerdekaannya pada Februari 1992.
Ibu kotanya, Sarajevo, diserang oleh milisi Serbia Bosnia - yang didukung oleh tentara Yugoslavia - dalam "pengepungan terlama" sepanjang sejarah modern.
Handke dikenal sebagai pengagum berat mantan pemimpin Serbia Slobodan Milosevic, yang meninggal di pengadilan internasional di Den Haag ketika diadili karena kejahatan perang dan genosida.
"Saya di sini untuk Yugoslavia, untuk Serbia, dan untuk Slobodan Milosevic," ujar Handke ketika menghadiri pemakaman Milosevic pada 2006.
Dia mengklaim bahwa Muslim Bosnia di Sarajevo bunuh diri, kemudian mengklaim Serbia sebagai pelakunya.
Handke juga mengungkapkan ketidakpercayaannya bahwa Serbia melakukan genosida di Srebrenica.
Sebagai pemenang Nobel, Handke akan menerima 9 juta kronor Swedia (USD952.000) beserta medali.
* Talha Ozturk turut melaporkan dari Belgrade