Muhammad Mussa
26 Januari 2018•Update: 27 Januari 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Pemerintah Inggris dikritik karena menunjuk juru kampanye kontroversial Tory sebagai kepala anti-teror yang baru dalam upaya memberantas radikalisme di komunitas-komunitas Muslim.
Nama Sara Khan ditunjuk memimpin Komisi Kontra Ekstremisme di Inggris. Menteri Dalam Negeri Amber Rudd pada Kamis menyebut bahwa Sara Khan "sangat memenuhi kualifikasi'.
Meskipun begitu, penunjukkan tersebut menuai kritikan tajam, khususnya dalam tubuh partai Konservatif, karena Khan merupakan pendukung utama 'Prevent' - strategi kontraterorisme pemerintah yang dianggap gagal.
Sayeeda Warsi, mantan kepala Tory, menyebut Khan merupakan pendukung kuat kebijakan pemerintah yang telah merusak "perjuangan penting yang melibatkan komunitas Muslim Inggris".
"Hubungan dekat Khan dengan Kementerian Dalam Negeri menimbulkan pertanyaan tersendiri mengenai penunjukkan tersebut. Penunjukkan ini bisa-bisa tidak akan berdampak apapun terhadap perang melawan ekstremisme," cuit Warsi lewat akun Twitter-nya.
Badan perwakilan Islam terbesar, Dewan Muslim Inggris juga mengecam penunjukkan oleh Perdana Menteri Theresa May.
Sekretaris jenderal dewan tersebut, Harun Khan, mengatakan: "Perang melawan terorisme membutuhkan kerja sama yang seimbang di antara semua pihak, termasuk komunitas Muslim. Penunjukkan ini justru menunjukkan bahwa pemerintah tidak serius. Langkah ini akan meredam kelompok yang memandang Muslim sebagai orang asing, bahkan alien, daripada warga yang memiliki hak setara."
Khan adalah salah satu pendiri organisasi kontraterorisme 'Inspire'. Dia menyebut dirinya sebagai aktivis hak-hak perempuan dan kontraterorisme.
Khan diperkirakan akan mulai mengemban tugas barunya bulan depan. Masa jabatannya berlaku hingga tiga tahun ke depan.