Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Januari 2019•Update: 02 Januari 2019
Alaattin Dogru
DAKAR, Senegal
Setidaknya 37 orang tewas dalam serangan bersenjata di wilayah Mopti, Mali, kata pemerintah setempat, Selasa.
Para penyerang yang berpakaian seperti pemburu tradisional Dozo tiba dengan sepeda motor dan menembaki desa Koulogon, menewaskan warga sipil etnis Fulani, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sebelumnya, pada 22 hingga 31 Desember, desa tersebut berada dalam penjagaan tentara karena adanya ancaman terhadap kepala desa.
Penggembala dari suku Fulani, yang sebagian besar tinggal di Mali tengah, telah mengalami sejumlah serangan dalam beberapa tahun terakhir akibat adanya insiden teroris di wilayah tersebut.
Ketegangan di Mali meletus pada 2012, setelah kudeta militer yang gagal dan pemberontakan oleh kelompok etnis nomaden Tuareg, yang pada akhirnya memungkinkan kelompok-kelompok militan yang terkait Al-Qaeda untuk mengambil alih bagian utara negara itu.
Pada 2015, pemerintah dan beberapa kelompok pemberontak menandatangani kesepakatan damai.
Namun, perselisihan politik dan masyarakat terus memicu ketegangan di Mali utara, sehingga merusak implementasi perjanjian perdamaian.