Muhammad Abdullah Azzam
10 Juni 2019•Update: 10 Juni 2019
Adam Abu Bashal
ABUJA
Setidaknya 25 orang tewas sementara puluhan lainnya terluka dalam serangan bersenjata di wilayah barat laut Nigeria.
Menurut lansiran dari Kantor Berita Nigeria (NAN), serangan bersenjata yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal di desa Kalhu, Tsage dan Geeri di provinsi Sokoto menewaskan sedikitnya 25 orang.
Sekelompok orang bersenjata tersebut juga telah memusnahkan ratusan hewan ternak, serta memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka dengan ketakutan.
Ribuan warga tersebut berlindung ke kamp pengungsi di wilayah Gandhi.
Gubernur Sokoto Aminu Waziri Tambawal mengatakan dalam sebuah pernyataan terkait serangan tersebut, pemerintah akan mengambil lebih banyak langkah antisipasi untuk mengakhiri serangan barbar semacam ini.
Tambawal juga menyerukan agar masyarakat menahan diri untuk tidak terpancing atas tragedi ini.
Pihak berwenang juga telah mengirim pasukan keamanan untuk mengatasi ketegangan di wilayah tersebut.
Penggunaan sepeda motor di beberapa negara bagian dilarang selama beberapa waktu karena adanya serangan bersenjata dengan menggunakan sepeda motor.
Komunitas penggembala nomaden etnis Fulani yang bermigrasi ke bagian selatan Nigeria telah dituduh mencuri hewan-hewan ternak dan menyerang penduduk petani lokal.
Kedatangan komunitas penggembala etnis Fulani ke wilayah selatan Nigeria diawali pada abad ke-18.
Kekerasan antara penggembala dan petani menjadi masalah serius di Nigeria, terutama di kawasan agraris di mana kedua pihak sering saling menuduh.
Banyak pemerintah provinsi, seperti Benue, telah mencoba menyelesaikan pertikaian dengan mengeluarkan undang-undang anti penggembalaan. Namun para penggembala merasa aturan itu tidak adil.
Pengamat mengatakan konflik itu disebabkan perebutan lahan yang makin sengit karena berkurangnya sumber daya alam dan menipisnya kekayaan danau Chad.