Maria Elisa Hospita
13 April 2020•Update: 13 April 2020
Gulsen Topcu
GAZA, Palestina
Palestina tengah menghadapi krisis ekonomi "yang belum pernah terjadi sebelumnya" akibat pandemi sekaligus pendudukan Israel.
"Pendudukan, pengepungan, dan ancaman wabah Covid-19 telah memicu krisis ekonomi. Jika ini terus berlanjut, maka Palestina akan menghadapi bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya," papar Ketua Komite Nasional Gaza untuk Perlawanan Blokade Jamad al-Khudari dalam sebuah pernyataan.
"Krisis ini berdampak besar untuk pekerja dari berbagai sektor termasuk perdagangan, pertanian, dan pariwisata," imbuh dia.
Khudari juga mendesak negara-negara Arab dan organisasi internasional untuk mendukung sektor-sektor yang menderita akibat pengepungan.
Sejak 2006, Israel telah memberlakukan blokade di Jalur Gaza, di mana hampir dua juta warga Palestina bermukim.
Akibat pendudukan itu, sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan Palestina terpukul.
Sejauh ini, ada 290 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Palestina dan dua di antaranya meninggal dunia.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, pada Desember lalu.
Virus itu kemudian menyebar ke 185 negara dan wilayah dan menginfeksi lebih dari 1,84 juta jiwa.
Jumlah kematian global mencapai 114.090 jiwa, sementara 421.722 pasien sudah sembuh.
*Ditulis oleh Firdevs Bulut