Muhammad Abdullah Azzam
18 Juli 2018•Update: 18 Juli 2018
Ali Cura
MOSKOW
Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Helsinki, Ibu Kota Finlandia, mendapat reaksi positif dari pers Rusia dan para pakar politik di negara tersebut. Namun ada juga pihak yang pesimis akan kelangsungan hubungan kedua negara.
Seperti yang diberitakan oleh harian Vedomosti, pertemuan bilateral para diplomat dan pemimpin negara berlangsung hingga empat jam. Vedomosti juga mengabarkan terjadinya dialog tingkat tinggi antar kedua negara, namun begitu mereka juga mengatakan bahwa para pakar politik ragu atas kelangsungan pertemuan tersebut.
Terkait pertemuan Trump-Putin, harian Kommersant mempublikasikan analisa mereka yang berjudul ‘Sengketa Damai’. Analisa tersebut menggarisbawahi bahwa Putin dan Trump tidak menerbitkan Deklarasi Bersama pasca pertemuan di Helsinki.
Padahal, analisa harian tersebut menyebut pihak Rusia menginginkan ditandatanganinya Deklarasi Damai.
Analisa tersebut juga menyatakan Rusia memiliki kondisi-kondisi yang berbeda dari AS terkait permasalahan Suriah.
Nezavisimaya Gazeta melaporkan bahwa AS berusaha menarik Rusia ke pihaknya terkait dengan urusan Iran dan Tiongkok. Surat kabar tersebut menerbitkan pernyataan para ahli terkait keinginan Trump agar Putin bertarung di pihaknya dalam ‘perang perdangangan’ mereka.
Jurnalis media Izvestia, Eduard Lozanskiy, mengatakan kendati tidak mengharapkan terobosan-terobosan baru dari pertemuan Trump dan Putin, dia menganggap pertemuan tersebut berakhir dengan sukses.
Lozanskiy juga berpendapat bahwa KTT tersebut berhasil membicarakan isu-isu konkrit dan penting.