Muhammad Abdullah Azzam
29 September 2019•Update: 30 September 2019
RIYADH
Kepala Pariwisata Arab Saudi Ahmed al-Khateeb pada sebuah konferensi pers di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, mengatakan bahwa negaranya akan meluncurkan visa turis kepada 49 negara untuk membuka sektor pariwisata.
Al-Khateeb menuturkan visa masuk tersebut dapat diakses di kedutaan dan konsulat Arab Saudi serta di bandara-bandara negaranya (visa on arrival).
Visa turis tersebut berlaku selama 360 hari dari tanggal penerbitan dan durasi tinggal di negara itu tiga bulan. Para wisatawab tak dapat tinggal lebih dari 180 hari selama setahun.
Wisatawan non-Muslim dilarang untuk memasuki Mekah dan Madinah, turis yang berusia di bawah 18 tahun dilarang memasuki negara itu sendirian serta visa turis tersebut tak dapat digunakan untuk pengobatan, melaksanakan Umrah dan Haji.
Al-Khateeb mengatakan langkah pemerintah tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan pariwisata yang sebelumnya hanya 3 persen menjadi 10 persen pada tahun 2030.
Arab Saudi ingin menjadi salah satu dari lima negara terbesar di dunia yang menerima wisatawan.
Sebagai visi program reformasi ekonominya, Arab Saudi ingin menganekaragamkan sumber pendapatannya setelah terjadinya penurunan harga minyak mentah pada pertengahan 2014.