Maria Elisa Hospita
29 September 2019•Update: 29 September 2019
Burak Bir
ANKARA
Jutaan siswa, karyawan, dan ilmuwan turun ke jalanan untuk menyuarakan gerakan global menghadapi perubahan iklim pekan lalu.
Lebih dari 7,6 juta orang mengadakan demonstrasi di jalan-jalan, sehingga menjadikannya sebagai salah satu unjuk rasa global terbesar sepanjang sejarah.
Jumlah ini hampir sama dengan protes perang anti-Irak pada 2003.
"Lebih dari 6.100 aksi digelar di 185 negara, di mana 73 Serikat Buruh, 820 organisasi masyarakat sipil, 3.000 perusahaan, dan 8.500 situs berpartisipasi," kata kelompok aksi 350 Movement dalam sebuah pernyataan.
Selebritis papan atas pun turut berpartisipasi Leonardo DiCaprio, Keith Richards, Mick Jagger dan Chris Hemsworth mendukung aksi itu di media sosial.
Italia, Jerman, Kanada, Amerika Serikat, dan Spanyol adalah lima negara tempat sebagian besar orang menghadiri aksi protes.
"Sementara para aktivis iklim muda menyampaikan pidato hebat di hadapan pemimpin negara, CEO-CEO perusahaan minyak multinasional tengah bertemu dengan representatif pemerintah dan diplomat dalam upaya melobi untuk mempengaruhi kebijakan iklim," kata gerakan itu, merujuk pada pertemuan di sela-sela sesi Majelis Umum PBB di New York.
Artinya, implementasi Perjanjian Paris sangat besar pengaruhnya, termasuk menekan emisi global gas rumah kaca dan mengkritik perusahaan bahan bakar fosil besar.
"Sementara planet ini memanas dan seluruh masyarakat kehilangan kehidupan dan mata pencaharian mereka, perusahaan-perusahaan besar bahan bakar fosil terus mengambil untung dari batu bara, minyak dan gas," tandas mereka.