Maria Elisa Hospita
16 November 2018•Update: 16 November 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) memutuskan membatalkan preseden sebelumnya dan memberikanya suaranya untuk menentang resolusi PBB yang menyerukan Israel untuk mengakhiri pendudukannya di Dataran Tinggi Golan Suriah.
Sebelumnya, AS memilih abstain daripada menentang langkah itu, tetapi misi Washington di PBB akan mengubahnya menjadi "Tidak".
Nikki Haley, utusan AS untuk PBB, menyatakan bahwa resolusi tahunan "tak berguna".
"Resolusi ini jelas-jelas bias terhadap Israel. Selain itu, kekerasan yang dilakukan rezim Suriah membuktikan ketidakmampuan rezim untuk memerintah siapapun. Pengaruh destruktif rezim Iran di Suriah juga menghadirkan ancaman besar terhadap keamanan internasional," tandas dia.
Pemungutan suara untuk resolusi itu kemungkinan akan digelar pada Jumat.
Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada 1967, bersama dengan Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.
Wilayah tersebut belum dianeksasi namun undang-undang Israel secara resmi diterapkan di sana pada 1981, menjadikannya sebagai bagian de facto di negara itu.
Saat itu, langkah tersebut dikritik oleh Washington. Masyarakat internasional pun menganggap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah pendudukan dan tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.