ANKARA
Turki dan Uni Eropa (UE) melakukan dialog politik di ibu kota Ankara pada Selasa, pertemuan pertama dalam tiga tahun terakhir.
Pertemuan itu diadakan di bawah kepemimpinan dua pejabat tinggi Türki, Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus Direktur Urusan Uni Eropa Faruk Kaymakci dan Wakil Menteri Luar Negeri lainnya Sedat Onal.
Rapat politik ini dihadiri oleh Enrique Mora, wakil sekretaris jenderal Uni Eropa untuk urusan politik, Wakil Direktur Jenderal Komisi Uni Eropa untuk Kebijakan Lingkungan dan Negosiasi Perluasan UE Maciej Popowski, Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Turki Nikolaus Meyer-Landrut, dan perwakilan senior Uni Eropa lainnya.
"Kami senang dapat mengadakan pertemuan dialog di tingkat direktur politik antara Turki dan UE setelah (jeda) tiga tahun," kata Kaymakci dalam sambutan pembukaannya.
Menekankan bahwa Turki adalah "negara kunci" untuk keamanan, pertahanan, ekonomi, keamanan energi, dan manajemen migrasi Eropa, Kaymakci mengatakan Turki mengharapkan "perlakuan yang adil" dari tawaran keanggotaan UE.
Dia menambahkan bahwa proses reformasi negara akan mendapatkan momentum dengan percepatan dari proses keanggotaannya.
"Kita hidup di masa-masa sulit. Rusia memiliki serangan terhadap Ukraina dan kita harus berdiri bersama melawan situasi ini," kata Moda, menambahkan bahwa Turki adalah mitra penting bagi UE.
Pada pertemuan tersebut, para delegasi juga bertukar pandangan tentang hubungan Turki-Uni Eropa serta isu-isu regional.
Turki telah menjadi negara kandidat Uni Eropa sejak 1999.
Negosiasi untuk keanggotaan penuh dimulai pada Oktober 2005, tetapi terhenti dalam beberapa tahun terakhir karena rintangan politik yang dibuat oleh beberapa negara, menurut Turki.