Rhany Chairunissa Rufinaldo
04 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Media AS CNN pada Senin mengatakan bahwa walaupun pernyataan publik Jamal Khashoggi tentang Kerajaan Arab Saudi dikekang, dia tidak menahan diri dalam pesan-pesan pribadinya.
Lebih dari 400 pesan WhatsApp antara Khashoggi dan aktivis yang berbasis di Montreal, Omar Abdulaziz, yang diperoleh oleh kantor berita itu, melukiskan gambaran seorang pria yang sangat terganggu dengan apa yang dia anggap sebagai kemalasan dari seorang pangeran muda yang kuat.
Khashoggi, seorang jurnalis dan kolumnis Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah awalnya mengatakan bahwa dia meninggalkan konsulat hidup-hidup, berminggu-minggu kemudian pemerintah Saudi mengakui bahwa dia terbunuh di sana.
"Semakin banyak korban yang dia makan, semakin banyak yang dia inginkan. Saya tidak akan terkejut jika penindasan akan terjadi bahkan kepada mereka yang mendukungnya," kata Khashoggi dalam pesan yang dikirim pada Mei.
"Dia mencintai kekuatan, penindasan dan keinginan untuk memamerkannya ... tetapi tirani tidak memiliki logika," tambah Khashoggi, mengacu pada bin Salman.
Pesan-pesan itu mengungkapkan rencana antara keduanya untuk melakukan gerakan pemuda online, dengan membentuk "tentara elektronik" untuk melibatkan pemuda Saudi dan membongkar propaganda kerajaan di media sosial, dalam upaya untuk membuat Arab Saudi bertanggung jawab.
Gerakan itu disebut "lebah siber", nama yang berasal dari upaya sebelumnya untuk menciptakan pusat untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi di negara tersebut.
Pada Agustus, Abdelaziz mengatakan bahwa dia memiliki alasan untuk percaya bahwa pemerintah Saudi mengetahui tentang inisiatif tersebut.
Bill Marczak, seorang peneliti di Citizen Lab, mengatakan ada keyakinan kuat bahwa ponsel Abdulaziz diretas oleh operator Pegasus, sebuah spyware buatan Israel, dari NSO Group yang memiliki hubungan dengan kerajaan Saudi.
"Peretasan teleponku memainkan peran besar dalam apa yang terjadi pada Jamal, aku benar-benar minta maaf, rasa bersalah ini membunuhku," kata Abdelaziz kepada CNN.
Tim kuasa hukum Abdulaziz mengajukan gugatan di Israel pada Minggu, menuduh NSO melakukan pelanggaran hukum internasional dengan menjual perangkat lunaknya ke Arab Saudi meskipun mengetahui bahwa perangkat itu dapat digunakan untuk melanggar hak asasi manusia.
Abdulaziz mengaku kepada CNN bahwa pada Mei lalu, dia bertemu dua pejabat pemerintah Saudi di Montreal dan merekam percakapan mereka.
Para pejabat tersebut mengatakan mereka dikirim oleh bin Salman, yang ingin menawarkan pekerjaan kepadanya.
Abdulaziz berkonsultasi dengan Khashoggi setelah para pejabat menyuruhnya pergi ke kedutaan Saudi untuk mengisi dokumen dan Khashoggi menyarankannya untuk tidak pergi dan hanya bertemu di tempat umum.
"Pada 2 Oktober, Khashoggi malah melakukan yang sebaliknya. Hari itu adalah kali terakhir dia memeriksa pesan WhatsApp-nya," ungkap CNN.