Megiza Soeharto Asmail
07 November 2017•Update: 08 November 2017
Megiza Asmail
JAKARTA
Pengelola aplikasi pesan WhatsApp hingga saat ini belum memberikan tanggapan atas permintaan pemerintah Indonesia untuk mematikan konten GIF berkategori asusila di jaringannya.
Padahal batas waktu yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada pengelola WhatsApp untuk mengkonfirmasi permintaan tersebut akan habis pada sore hari Selasa ini.
“Sejak minggu malam dan juga pada Senin, tim aduan konten telah mengirimkan notice kepada WhatsApp agar konten GIF asusila tidak muncul di aplikasi Whatsapp dan agar WhatsApp memastikan pihak ketiga melakukan upaya yang kami minta. Jika tidak dilaksanakan dalam waktu 2x24 jam maka Kementerian Kominfo akan melakukan tindakan tegas termasuk pemblokiran,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dalam pernyataan resminya.
Selain belum menanggapi permintaan dari pemerintah, WhatsApp juga tidak memberikan respon undangan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang sebelumnya menjadwalkan pertemuan dengan WhatsApp siang ini.
Di tempat terpisah, firma humas Weber Shandwick yang menangani komunikasi eksternal WhatsApp di Indonesia menyatakan belum dapat memberikan pernyataan resmi mewakili perusahaan yang berpusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat itu.
“Kami akan menyampaikan pernyataan resmi dari pihak WhatsApp berkaitan dengan permintaan dari KPAI segera setelah kami menerimanya,” kata Account Director Weber Shandwick Indonesia Bhayu Sugarda melalui pesan elektroniknya kepada Anadolu Agency, Selasa.
Selain pernyataan resmi dari WhatsApp, salah satu perusahaan penyedia pesan animasi yang mensuplai fitur GIF (Graphics Interchange Format) di aplikasi pesan Whatsapp, Tenor.com, juga terhitung sudah dua hari belum memberikan tanggapan atas permintaan pemerintah untuk melakukan take down kontennya yang beraroma pornografi.
Alpanya perhatian yang diberikan oleh perusahaan yang didirikan di San Fransisco sejak tahun 2014 itu membuat Kemenkominfo mematikan fitur GIF kepada pengguna WhatsApp.
Tidak hanya akses untuk pelanggan WhatsApp, pemerintah juga terhitung sudah 24 jam mematikan enam Domain Name System (DNS) yang terkoneksi dengan tenor. Keenam sistem domain Tenor.com yang sudah dimatikan oleh pemerintah dan tak dapat diakses baik dari browser smartphone ataupun desktop adalah tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com dan juga media1.tenor.com.
Sebelumnya Kemenkominfo juga sempat memblokir layanan GIF produksi perusahaan Giphy.com. Namun perusahaan yang bermarkas di New York ini langsung memberikan tanggapan dan menyatakan siap untuk bekerjasama.
“Pihak Giphy menyatakan bersedia untuk melakukan filtering dari searching konten GIF yang masuk kategori asusila dan konten negatif lainnya sehingga tidak terakses dari Indonesia,” ujar Semuel.
Dia menambahkan, Giphy.com menjanjikan proses penyaringan yang dilakukan pihaknya membutuhkan waktu 1-2 hari untuk dapat efektif di jaringan pengguna WhatsApp Indonesia.
Saat ini, konten GIF di WhatsApp baik yang disediakan oleh Tenor ataupun Giphy masih belum dapat diakses oleh pengguna. Meski begitu, situs Giphy.com masih bisa dibuka dari browser smartphone ataupun desktop.