Astudestra Ajengrastrı
21 Februari 2018•Update: 22 Februari 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Pimpinan Oxfam Mark Goldring pada Selasa meminta maaf kepada sidang Parlemen Inggris atas pelecehan seksual dan perilaku tidak pantas yang dilakukan oleh staf mereka setelah gempa bumi Haiti pada 2010. Pernyataan maaf ini disampaikan Goldring saat ditanyai oleh Komite Pengembangan Internasional di parlemen.
Sementara itu, media lokal memberitakan sebanyak 7.000 orang membatalkan donasinya untuk gabungan organisasi amal seluruh dunia tersebut pada minggu yang sama ketika berita tentang eksploitasi seksual yang dilakukan staf Oxfam kepada korban Haiti mencuat.
Goldring juga menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan oleh seorang staf tersebut telah merusak nama baik Oxfam dan organisasi amal lain, juga mempertaruhkan kepercayaan publik yang mereka miliki.
"Sudah ada 26 kasus yang kini terbuka, 16 di antaranya terjadi di program internasional kami," ungkap Goldring kepada komite, menurut Sky News.
"Kami berharap para korban bisa mengungkap kasus-kasus serupa, di manapun mereka dan di mana saja pelecehan terjadi," imbuh dia.
Goldring dinobatkan sebagai pimpinan Oxfam pada 2013. Dia berkata bahwa Rolad Van Hauwermeiren, direktur pelaksana Oxfam di Haiti, seharusnya tidak diperbolehkan mengundurkan diri ketika perannya dalam skandal tersebut terbongkar.
Ketua komite, anggota parlemen fraksi Buruh, Stephen Twigg, mengaku terkejut akan banyaknya permintaan maaf yang diucapkan oleh Goldring dalam sesi yang berjalan selama dua jam tersebut.
Goldring juga minta maaf atas komentarnya yang seakan meremehkan keseriusan skandal tersebut. Awal pekan ini, dalam wawancara dengan koran Guardian, Goldring berkata badan amal ini diserang "seakan-akan kami telah membunuh bayi di ranjang mereka", sembari menambahkan bahwa dia tak bisa tidur nyenyak selama nyaris seminggu.
"Saya sudah berusaha menyeimbangkan waktu pekerjaan dan istirahat selama dua minggu ini. Saya ingin meneruskan pekerjaan saya dan tetap mengambil keputusan-keputusan yang tepat. Saya harap bisa memimpin Oxfam dengan kompeten, namun ini tentu orang lain yang bisa menilai," ujar dia.
Oxfam memastikan akan merombak prosedur perekrutan dan pemeriksaan calon pegawai, ketimbang melakukan investigasi internal soal tuduhan pelecehan seksual ini. Oxfam memilih menyerahkan kepada komisi independen untuk melakukan penyelidikan.