Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Juli 2019•Update: 26 Juli 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu mengumumkan anggota kabinet baru dan memberikan jabatan-jabatan strategis kepada anggota Partai Tory yang pro-Brexit.
Dominic Raab, salah satu pesaingnya dalam laga kepemimpinan partai, ditunjuk sebagai menteri luar negeri sekaligus sekretaris negara pertama, sebuah gelar untuk menyebut wakil perdana menteri de facto.
Posisi menteri dalam negeri dijabat oleh Priti Patel, mantan menteri pembangunan internasional yang terpaksa mengundurkan diri dari pemerintahan sebelumnya setelah melakukan pertemuan rahasia dengan pemerintah Israel untuk membahas distribusi dana bantuan asing kepada tentara Yahudi.
Sajid Javid, yang merupakan menteri dalam negeri di kabinet Theresa May, diumumkan sebagai menteri keuangan baru.
Tokoh penting dari kampanye Brexit dalam referendum 2016, Michael Gove, ditunjuk sebagai kepala Kantor Kabinet.
Setelah mengambil alih pemerintahan dari May pada Rabu, Johnson berjanji untuk mewujudkan Brexit dan menjanjikan hasil yang menguntungkan bahkan jika negara itu harus meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan.
Dia mengatakan akan mengupayakan kesepakatan yang lebih baik tanpa menimbulkan masalah soal perbatasan Irlandia.
Lebih dari setengah sekretaris dan menteri yang berada di pemerintahan sebelumnya mengundurkan diri atau diminta untuk mundur sesaat sebelum dan setelah Johnson menerima perintah resmi Ratu Inggris untuk membentuk kabinet baru.
Johnson juga akan menunjuk Ben Wallace sebagai menteri pertahanan baru sekaligus tetap menjadi menteri negara untuk Brexit.
Liz Truss, kepala sekretaris keuangan, akan duduk di kabinet sebagai menteri perdagangan internasional yang baru.
Sementara itu, pelantikan perdana menteri baru diwarnai demonstrasi besar di luar kantor-kantor pemerintah yang berlokasi di Downing Street, di mana para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan anti-Brexit dan anti-Boris Johnson.
Aksi protes yang lebih besar terhadap kepemimpinan Johnson akan digelar kembali di London pada Kamis.
Dia menjadi pemimpin baru partai konservatif Tory setelah memenangkan persaingan melawan Jeremy Hunt, setelah Theresa May dipaksa mundur menyusul kegagalannya meloloskan kesepakatan Brexit di parlemen.
Tantangan terbesar Johnson saat ini adalah untuk tetap mewujudkan kesepakatan Brexit, yang telah memecah belah Inggris sejak referendum keanggotaan Uni Eropa 2016.